bahadhuri

maju dan terluka dalam simbahan darah, peluh dan debu.. atau diam dan membusuk dalam liang kehinaan

Sunday, June 29, 2008

A Drop of Water

Hari Minggu sore, di hutan biasa. Sedari pagi matahari malas untuk tampil. Mungkin saja matahari juga berpikir kalau sometimes, nggak ngapa-ngapain itu juga enak (quoted1), sembunyi aja di balik awan yang empuk. Dari tirai jendela kantor yang sedikit terbuka bisa kulihat hutan dengan pohon-pohon besarnya, dengan pucuk-pucuk dedaunan pakunya. Bergradasi sejenak berubah menjadi padang ilalang, melengkung putih ujungnya, bergerombol. Lalu perdu stepa, hamparan tanah gambut hitam, bakau-bakau yang belum sempurna tumbuh dan berakhir pada lautan. Di ujung penglihatan tampak api flare dari platform lepas pantai.

What a beautiful scenary, sampai sesaat kemudian, kaca jendela itu mulai memudar. Tik.. tik.. tik.. gerimis mulai datang. What a beautiful drizzle, I love drizzle. Partikel tetesan-tetesan air melakukan fusi di kaca jendela, semakin besar.. besar.. kemudian tergelincir oleh pesona gravitasi.. jatuh.. pecah.. berkeping, kemudian meresap.. di pangkuan sang ibu, mother earth.

Water.. sejak zaman SR (biar kayanya jaduuul banget) kita sama-sama diajari, 70% of human body consists of water (or fluids? cmiiw). Tubuh memerlukan 1.6 liter air atau setara 8 gelas air. Bukan hanya dari ilmu hayat, dari ilmu sejarah dan antropologi pun disebutkan, fosil Pithecantropus Erectus dan Meganthropus Palaeojavanicus ditemukan di lembah sungai Bengawan Solo, dan Homo Mojokertensis ditemukan di lembah sungai Brantas. Artinya, air memang kebutuhan vital manusia.

Paradoks Kran Air

Saya yakin bukan kran, sekali lagi bukan kran air yang salah walaupun dia punya andil. Bingung? Ada apa dengan kran? Pada zaman pra-kran, katakan saja pada jaman embah-embah manusia purba yang saya sebutkan di atas, tidak adanya kran air membuat manusia lebih menghargai air. Mengapa? jelas saja, karena perlu usaha untuk mendapatkan air bersih. Menimba air atau membawa gentong untuk mengambil air dari sungai. Ketergantungan pun berakibat pada pemeliharaan terhadap sumber ketergantungan. Sungai pun dipelihara dengan baik.

Jadi bisa dilihat, dengan ditemukannya trio maut: pipa, pompa dan kran. Paradigma manusia pun bergeser. Air menjadi barang yang gampang didapat, cukup dengan memutar kran counter-clockwise untuk membuka aliran, dan memutar clockwise untuk menutup aliran. Dalam hal ini bisa kita ambil kesimpulan bahwa modernisasi tanpa pemahaman akan berakibat fatal!

Air mudah didapat! hal itulah yang kemudian mengakar di sebagian besar manusia. Sumber air, siklus air, sungai pun dilupakan karena sumber air adalah kran air. Masa bodo dengan sungai, masa bodo dengan sumber air, masa bodo dengan hutan lindung. Peralihan fungsi pun terjadi. Sungai bukan lagi menjadi sumber air, tetapi menjadi tempat sampah praktis, lempar dan hanyut. Hutan lindung tidak lagi dipikirkan untuk menjaga sungai tetap mengalir, tapi jadi komoditi pulp yang ekonomis. Sekali lagi bukan sepenuhnya salah kran, tetapi kran berperan.

Rheine River

Komparasi Global

"Orang Vienna sangat membanggakan air-nya yang layak minum walaupun itu berasal dari sungai" Kata Bama, sepulang travelling dari Eropa. "Wow!!", jawab saya. Setelah saya baca buku "Naked Traveller" (yang sekarang masih dibawa si oknum) dan "Keliling Eropa 6 Bulan Hanya $ 1000" (yang juga mau dipinjem sama si oknum) ternyata bukan hanya Vienna yang airnya layak minum, tetapi di sebagian besar negara Eropa! "Tingkat peradaban manusia dilihat dari bagaimana dia memelihara air-nya" kata suhu pembawa acara Feng Shui di televisi, beberapa tahun yang lalu (saya lupa nama suhu engkoh tersebut).

Seine River

Bila kita klasifikasikan komunitas manusia menjadi dua kelompok besar, Beradab dan Tidak Beradab (baca=biadab,-pen) berdasarkan statement sang engkoh suhu, tentu masyarakat Eropa yang saya sebutkan di alinea sebelumnya adalah kelompok Beradab. Ehm, unfortunately sungai Ciliwung, Cikapundung dan sungai-sungai lainnya yang tersebar sporadis di seluruh tanah air cukup untuk memasukkan kita ke kelompok yang kedua.

Thames River

Tenang, sodara-sodara.. masih ada jalan keluar:

1. Troubleshoot kebobrokan sungai dari hulu ke hilir, bikin sungai sebagai kawasan sakral! ehm, dengan kekuatan tangan besi tentunya..

2. Pahamkan masyarakat akan ekologi, siklus air, dan kebutuhan kita akan air yang sedemikian primernya.

3. Boikot Kran!! (dan aktifkan home industry ember, gentong dan timba!!)

---

Tulisan ini dibuat untuk memenuhi kebutuhan pribadi penulis, berpikir.

- (quoted): di quote dari sms si oknum pada hari minggu 29 Juli 2008

- Si oknum: Oknum yang biasanya itu loh..

- Gambar di-search di google dengan keywords: "thames river", "water drop", "seine river", dan "rhine river"

Friday, June 13, 2008

walker tales

Sepasang kaki merupakan anugerah yang luar biasa dari sang Pencipta. Dari buku yang saya baca waktu kecil tentang health habit (lupa pengarangnya siapa) disebutkan bahwa sepasang kaki merupakan mesin yang didesain untuk kerja kontinyu yang paling canggih di dunia. Jadi jangan sia-siakan kemampuan kaki anda untuk BERJALAN!!

Ironis memang ketika manusia di sekitar kita justru lebih senang bergelendotan di atas jok mobil atau jok motor mereka untuk menempuh jarak yang sebenarnya tidak terlalu jauh, padahal efeknya tanpa terasa adalah pembakaran karbon, penghirupan karbon, pemborosan energi, polusi, dan tentunya penimbunan lemak (ingat, harga diri seorang manusia bukan dilihat dari berapa harga jual dia ketika dia dijual kiloan =p )

Pesan moral pertama : Budayakan BERJALAN KAKI

Minggu ini merupakan minggu jalan kaki buat saya, akan saya rinci sebagai berikut:

1. Minggu, 8 Juni 2008

Saya bersama seorang oknum (oknum yang biasanya itu lo) mengawali hari minggu dengan jalan santai yang diselenggarakan oleh departemen yang harusnya menterinya paling terkenal, tapi bukan Purnomo Yusgiantoro, walopun pak Pur adalah menteri yang paling terkenal. =D

Route-nya dari depan kantor menteri YBS* di bilangan medan merdeka barat, ke arah selatan menuju bundaran HI dan kembali lagi ke kantor menteri YBS sekitar 5 km bolak balik. Apabila anda berjalan di jalan raya, sementara hari itu bukanlah "car free day" maka demi keselamatan anda, carilah kelompok yang mayoritas anggotanya adalah ibu-ibu! Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa surga adalah di telapak kaki ibu, tapi fakta membuktikan bahwa ibu-ibu adalah golongan yang paling anarkis! misalnya mereka menyeberang tidak mengikuti aturan lampu merah, tetapi bergerombol sesama ibu-ibu sampai berjumlah belasan, lalu menerobos.. polisi pun hanya bisa geleng-geleng.. contoh lain, mereka memotong route dengan lewat jembatan penyeberangan plus, gerombolan itu berteriak-teriak pada kawan-kawan mereka seakan-akan dia adalah yang paling cerdas dengan memotong rute..

Setelah istirahat sejenak, route traveling hari itu dilanjutkan ke distrik utara jakarta. Sesampai di halte bus ancol, kami lagi-lagi berjalan menuju titik pantai terjauh untuk hunting dan survey penyeberangan ke kepulauan seribu. Kira-kira sekitar 3 km pulang pergi. belum puas, kami pun berjalan ke pasar seni yang adem dan eksotis, pulang pergi kira-kira 3 km juga. total hari itu kami berjalan 11 km!

pemandangan di pantai utara jakarta

2. Selasa, 10 Juni 2008

Kali ini di daerah Bandung utara dengan adik saya yang kuliah di ITB. Naik angkot sampai terminal Dago, perjalanan dilanjutkan ke Taman Hutan Raya Juanda, kira-kira 2 km dari terminal, ditempuh jalan kaki dan jalannya menanjak! sampai di THR, kami bernafas sejenak dan segera melanjutkan perjalanan karena perjalanan masih jauh. Overall perjalanannya cukup menyenangkan pemandangannya menyejukkan mata, masih natural sekali, bisa anda lihat di SINI

Dari plang terbaca bahwa jarak antara Dago-Maribaya itu 6 km dan kami yang masih merasa sangat muda ini juga kemlinthi dengan jalan berlari di setiap tanjakan. Hasilnya, Betul sodara-sodara!! kami terbungkuk-bungkuk ngos-ngosan, hehehe tapi tidak pernah kapok dan masih selalu mengulanginya. Cara tersebut tidak dianjurkan bagi anda yang penderita asma dan serangan jantung apa lagi impotensi (lho?)

Overall hari itu cukup menyenangkan ditutup dengan makan sate kelinci dan susu soda, total kami berjalan kira-kira 9 km!

3. Kamis legi malem Jumat paing tanggal 12 Juni 2008

Konon anak yang lahir pada hari ini mempunyai neptu 13, wuku sinto, pangarasan lakuning lintang, pancasuda satria wibawa, dina tikus, Lintang Kamal (Asma), dan pranotomongso sodho. (lha kok jadi primbon? ekekekekek)

mesjid agung Pekanbaru

Thousand miles from previous places, saya ada di Pekanbaru. Hari sebelumya kami berjalan-jalan dengan mobil salah seorang teman pribumi keliling kota, mampir ke mesjid agung dan ke pasar bawah untuk membeli kain songket melayu berwarna merah dan biru. Agak kecewa juga sih, ternyata sesuai dengan namanya, Pekanbaru adalah kota yang bener-bener baru, jadinya kebutuhan wisata traveling dan cultural study jadi mendapatkan hasil yang minimal. Yang lebih mengecewakan lagi, hotel bintang jatuh tempat kami menginap tidak menyediakan makan malam, jadinya kami musti ngider dulu cari makan malem. Overall lumayan sih hotelnya, ada kulam renang ama bathtube aer panasnya. Setelah berenang di kulam renangnya mata kiri saya langsung kabur! minimal bisa dinikmati lah tempat tidurnya yang luas dan bathtube aer panas nya (saya ga perlu upload photo pas di bathtube khan? hehehe)

Pada Kemis malemnya kami pun ngider cari makan, teman seberang kamar ngusulin ke Pekanbaru Mal. di peta pun terlihat jaraknya tidak terlalu jauh, tinggal lurus ajah.. Kami pun berjalan.. makin lama makin tidak ada tanda-tanda kehidupan.. dalam hati saya mulai berfikir.. jangan-jangan sebentar lagi lampu-lampu akan segera dimatikan.. melalui remang rembulan tanggal 7 Jumadilakhir akan terlihat debu-debu meliuk beterbangan di udara.. lalu terdengar derap kuda yang ditunggangi oleh sleepy hollow (dramatis.. gak usah terlalu serius =D)

Setelah berjalan kira-kira 2 km, ada seseorang di halte yang bisa ditanyai, ada 2 kabar baik dan buruk ternyata. Kabar baiknya arah kami benar, bukan arah yang sesat. Kabar buruknya, masih 2 km lagi!! setelah makan, karena ga mau otak keriting karena naek angkot dengan musik ajeb-ajeb yang dahsyat (saya ga tau kenapa orang Pekan Baru menganggap musik yang paling prestisius adalah musik ajeb-ajeb dengan syair dangdut ala trio macan) akhirnya kami pulang jalan kaki lagi!! praktis plus jalan di sore harinya kami jalan sekitar 9 km lagi!!

Kesimpulan : Menurut instruktur gym-nya Ade Rai yang pernah ceramah di kantor, efek fisik jalan kaki adalah membentuk perut yang rata dan pantat yang bulet, jadi, anda tidak perlu heran kalau perut saya rata dan pantat saya bulet, kalo pengen, jalan kaki aja =D

hidup jalan kaki!!

------

* YBS : yang bersangkutan

Singkat kata

Wednesday, May 28, 2008

Demostration in Point of View

Demonstrasi seperti Kumbokarno, raksasa tidur yang dibangunkan oleh kenaikan BBM. Bukan hal yang sederhana, demonstrasi merupakan hal kompleks, dengan berbagai elemen pendukung yang memiliki sudut pandang masing-masing..

Sudut Pandang Mahasiswa

1. Ini adalah jihad kita, ikhwah fillah.. kita berjuang untuk ummat.. Fasyhad ya, Rabb!!

2. Sekalian jalan-jalan sore.. sukur-sukur kalau dapet kecengan..

3. Ini merupakan kontribusi kita untuk rakyat kecil, sodara-sodara.. kita ingin demokrasi!! kita ingin kepemimpinan komunal!! Mau apa kamu polisi?? sok jago?? kami tidak takut!! makin rusuh, makin Heroik perjuangan kami!!

Sudut Pandang Preman

Bodo amat lah, yang penting Bendera kita BERKIBAR!!!

Sudut Pandang Aktivis

Kita rakyat kecil, dari dulu ditindas.. ini adalah momen pembebasan!! Bangkit!! Lawan!! Kudeta!!

Sudut Pandang Gelandangan

Lumayan, Le.. hari ini emak bisa dapet botol akua banyak.. lumayan kalo dijual ke pengepul sampah, kita bisa makan enak malem ini, Le..

Sudut Pandang Reporter

Bad news is good news guys, we'll get a great news today!! tapi, gw juga manusia khan.. udah ah, stop press, gw lagi laper.. sorry ya..

Sudut Pandang Aparat Keamanan

Demonstrasi itu mengganggu stabilitas, mengganggu ketertiban. Tugas kami hanya menjaga ketertiban, siapapun yang melanggar ketertiban, kami wajib menindak!

Last, but not Least.. Sudut Pandang Penulis..

Demonstrasi itu aksi lisan menyuarakan aspirasi, tujuan utamanya adalah, agar aspirasi kita didengarkan, selanjutnya dipertimbangkan dalam sidang dewan wakil-wakil rakyat.

Demonstrasi itu bukan perang! we need no weapon in demonstration!! dan demonstrasi (yang dewasa) itu bukan untuk memancing peperangan antar pihak manapun.

Demonstrasi itu batasannya adalah wacana, penyebar luasan isu populer, bukan ajang untuk bentrok! Tidak akan pernah ada solusi langsung yang didapat dari demokrasi. Solusi yang paling baik adalah kudeta, tetapi kudeta hanyalah penggeseran masalah, tidak ada masalah yang selesai hanya dengan kudeta tanpa follow up.

Seorang mahasiswa, ketika dia berdemonstrasi, dia membawa nama besar mahasiswa, walaupun dia hanya seorang mahasiswa dari universitas yang baru dikenal khalayak karena bentrok dengan polisi, dia mewakili nama besar seluruh mahasiswa, ironisnya termasuk mahasiswa-mahasiswa ber-IQ di atas rata-rata (baca: Lulus SPMB) yang akhirnya ikut serta mendapat citra buruk akibat ulah mahasiswa universitas "kabur kanginan" tadi (padahal harusnya dimaklumi, karena hanya segitulah kemampuan berpikir mereka, lha wong SPMB aja nggak lulus)

Demonstrasi adalah salah satu bagian dari demokrasi, dimana bagian yang lain adalah hukum. Mengganggu ketertiban rakyat banyak dalam rangka demonstrasi (contoh: bikin macet, bikin huru-hara, meresahkan masyarakat) bukanlah hal yang bisa dimaafkan oleh hukum, mari kita berfikir makro, kalau kita bicara atas nama demokrasi, bicaralah atas nama demokrasi seutuhnya, bukan parsial.

Pesan Moral : Demonstrasi tanpa karya nyata adalah Bull Shit (Taik Kebo), bagaimana kita bisa berkarya nyata, be maximal and optimal sebagai apapun anda, plus tumbuhkan kesadaran anda, kalau anda lakukan itu semua, bukan hanya untuk self-ambition, tetapi juga karena anda sebagai Bangsa Indonesia!

----

Foto diambil dari kamera penulis, oleh penulis sendiri dalam moment demo kenaikan BBM, 21 Mei 2008

Buat yang wajahnya terpampang di Foto-foto di atas, please.. anda jangan Ge-Er, foto itu saya pasang hanya biar tulisan saya terkesan dramatis, tidak ada hubungannya dengan wajah anda yang terpampang di foto itu.. pisss =)

Sunday, May 25, 2008

Destroyer nation

Bulan kemaren saya mulai membaca kultur sebuah negara di Eropa timur, yang kata temen saya sangat menarik untuk dipelajari. Sebenernya rencana untuk traveling ke sana udah mateng banget, sayang, tarvel agent harus membuat saya kecewa (halah, dramatis.. ). Be focused, kita persempit pembicaraan pada ibu kota negara tersebut. Prague, ibu kota Republik Ceko.

Charles Bridge merupakan icon dari kota ini. Sebuah jembatan yang menghubungkan kota tua dan kota lama. Dari angle yang berlawanan, view Charles Bridge dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

See? sangat kontras. Jembatan penghubung antara dua kota dengan atmosfer yang sangat berbeda. Di satu sisi kota tua yang terlihat agung, di sisi lain kota dengan arsitektur modern.

Ini tulisan induktif, kesimpulan akan diambil di akhir. Kita beralih ke monumen yang sangat terkenal, Arc de triomphe. Monumen yang dalam bahasa Indonesia berarti "lengkung kemenangan" ini dibangun ketika pasukan Napoleon memenangkan perang. Di monumen tersebut terukir nama-nama prajurit yang ikut serta dalam peperangan, serta dinyalakan lentera-lentera api untuk mengenang prajurit-prajurit yang tidak dikenal.

Di sudut lain di Benua Biru, di alun-alun kotaLondon, ada patung pahlawan tak berlengan kanan, Horatio Nelson. Mr. Nelson ini adalah komandan pemenang perang Inggris vs Perancis, Battle of Trafalgar yang terjadi di Selat Inggris.

Setelah membaca dan mendengarkan ensiklopedi sejarah bangsa-bangsa tersebut, saya kembali ke dunia nyata di Indonesia. Secara otomatis komparasi pun terjadi.

Dari peta Jakarta tempo doeloe yang didapat ketika ikut Jakarta Trail, terlihat betapa sistematis dan indahnya Jakarta pada jaman penjajahan dengan sungai ciliwung yang masih bersih. Setelah Belanda dan Jepang angkat kaki dari Indonesia, 63 tahun kemudian, Planologi kota pun berubah total. Pembangunan bendungan kanal dilupakan. Mungkin karena planologi buatan penjajah haram untuk dilanjutkan. Planologi-planologi baru dikembangkan, Wajah jakarta pun berubah total menjadi kota langganan banjir.

Borobudur dengan dimensinya yang ultra-sized ditemukan oleh arkeolog asing dalam keadaan tertimbun! pun demikian dengan Prambanan.

Tanah Jawa yang pernah dipimpin oleh kekuasaan Mataram Kuno, Kediri, Tumapel, Singasari, Majapahit, dan Mataram Baru (Yogyakarta dan Surakarta tidak saya hitung karena memimpin dibawah kangkangan Penjajah). Berapa biji peninggalan yang tidak ditemukan oleh arkeolog?

Salahkah kalau dibilang bangsa ini adalah bangsa penghancur yang traumatis atas kekuasaan yang pernah mengekangnya. Traumatis yang mendorong mereka untuk menutup mata sama sekali terhadap apa yang pernah terjadi. Mencoba melupakan dengan menghancurkan secuilpun apa yang pernah ditinggalkan oleh penguasa sebelumnya dan membangun lagi semuanya dari nol. Hasilnya? ya, kita berlari di atas tread miles. Mungkin kita harus belajar dari Prague, membangun tanpa menghancurkan.

Point kedua, Perancis dan Inggris juga pernah mengalami revolusi, pergantian kekuasaan, pergantian bentuk pemerintahan, tetapi pahlawan tetap dikenang dengan agungnya terlepas pada pemerintahan siapakah sang pahlawan tersebut hidup. Kadang-kadang saya berpikir, siapa saja orang-orang yang terlibat dalam penaklukan nusantara di bawah pimpinan Tumenggung Nala dari Majapahit? sayang, Arc de Triomphe di Indonesia cuma dibangun di Kediri, itupun baru tahun dua ribu sekian kemaren di Proliman Gumul =D.

Pertanyaan selanjutnya (mudah2an tidak terjadi), mungkinkah Tugu Monas, Stadion senayan, Patung Jalesveva Jayamahe dan jalur busway akan dihancurkan juga ketika Indonesia ditundukkan oleh kekuasaan baru?

Tuesday, May 20, 2008

5 vs 1

Metoda ilmiah merupakan suatu urutan bagaimana menyelesaikan masalah secara ilmiah (baca: pakai otak -pen). Secara sistematis, menyelesaikan masalah pakai otak melalui langkah-langkah sebagai berikut

1. Karakterisasi : menemukan masalah, dilakukan dengan pengamatan dan pengukuran

2. Pembentukan hipotesa (dugaan sementara)

3. Prediksi hipotesa (penarikan kesimpulan logis dari hipotesa)

4. Pengadaan eksperimen (percobaan untuk membuktikan teori)

5. Evaluasi (pengujian ulang) dan menetapkan solusi.

Fenomena yang terjadi sekarang adalah ketika orang-orang merasa bangga ketika dia menemukan masalah. Menemukan masalah memang bagian dari karakterisasi yang merupakan langkah awal metode ilmiah. Tapi menemukan masalah saja jelasnya tidak cukup, karena tujuan akhir metode ilmiah adalah memecahkan masalah, bukan menemukan masalah.

"Sodara-sodara, lihatlah bangsa kita sekarang sudah berantakan!! harga BBM naik!! minyak tanah dan gas menjadi langka!! (kemudian pembicara membacakan statistik sampai 30 angka dibelakang koma) Bagemana ini sodara-sodara?? Bagemana?? Lalu?? Lalu??" si pembicara pun tersenyum jumawa seolah-olah dengan menemukan masalah dia sudah menjadi pahlawan besar jenderal bintang lima kayak Pak Soedirman.

Lalu semuanya hening.. hening.. terdengar isak tangis dari orang-orang tercinta.. tapi mulut terkunci, kata tidak ada lagi, tinggal amal perbuatan dan hafalan Qur'an yang menemani kita, dan tanah pun mulai menimbun sedikit demi sedikit.. gelap, lalu terdengar suara menggelegar "Man Rabbuka??" (lha? kok jadi ngomongin ajal? ;garuk2; )

Tapi ga papa, intinya walopun sudah ditemukan masalahnya, sampai ajal menjemput-pun (nyambung khan?? hehehehe) masalah tidak akan terpecahkan.

Now you can see.. you just reach the step no. 1!! not yet reach the step no.5!!

Pesan Moral :

Jangan berhenti sampai sekedar menemukan, sodara-sodara.. tapi pecahkan!! hancur-leburkan!! ganyang!! (stop..stop..stop.. berlebihan..) intinya, berpikirlah solutif!! jalankan metode ilmiah: temukan, duga, buat logika, uji, pecahkan!!

Jadilah pemberi cahaya ilmu pengetahuan walaupun itu cuma teorema solusi, bukan melulu menjadi peminta cahaya.

---

Urutan metode ilmiah diambil dari wikipedia

Gambar diambil dari glowgadgets.com

Sunday, May 18, 2008

Accidental Babies

Well I held you like a lover
Happy hands and your elbow in the appropriate place
And we ignored our others, happy plans
For that delicate look upon your face
Our bodies moved and hardened
Hurting parts of your garden
With no room for a pardon
In a place where no one knows what we have done

Malam itu, di Bandung..Pasangan kekasih, di depan saya meninggalkan mejanya dengan sisa-sisa nasi goreng dan es jeruk. Lalu datanglah sekelompok anak jalanan meminta belas kasihan. Saya tolak, karena memang tidak ada receh.

Sesaat kemudian saya terkejut bukan main, ketika salah seorang dari mereka berteriak, "Nasi goreng!!" dan serta merta membawa nasi sisa di meja depan saya dan menyerbunya ramai-ramai di balik tenda..

Belum hilang rasa kaget saya, salah seorang dari mereka memekik lagi, "Es jeruk!!' dan iterasi pun terjadi. Mereka menyerbu es jeruk sisa di depan meja saya beramai-ramai..

Dalam hati saya mulai bertanya, mereka kah "the accidental babies" yang mulai tumbuh menjadi manusia? manusia macam apa?

Well you held me like a lover
Sweaty hands
And my foot in the appropriate place
And we use cushions to cover
Happy glands
In the mild issue of our disgrace
Our minds pressed and guarded
While our flesh disregarded
The lack of space for the light-hearted
In the boom that beats our drum

Keesokan harinya, masih di Bandung

Seorang bayi, tergeletak di trotoar, tidur ditemani kaleng kosong

Hati saya pun bertanya lagi, Kamu kah "the accidental babies" itu?

Do you come
Together ever with him?
Is he dark enough?
Enough to see your light?
Do you brush your teeth before you kiss?
Do you miss my smell?
And is he bold enough to take you on?
Do you feel like you belong?
And does he drive you wild?
Or just mildly free?
What about me?

Hari yang sama selepas senja di jatinegara

Seorang bayi tidur di lantai peron, sendirian, terabaikan

and the wind blowing over his pantyless balls..

Masih pertanyaan yang sama, Kamu kah "the accidental babies" itu?

Well I know I make you cry
And I know sometimes you wanna die
But do you really feel alive without me?
If so, be free
If not, leave him for me
Before one of us has accidental babies
For we are in love

Setragis itukah kehidupan ini? ketika orang-orang yang dianggap dewasa mencari puncak kepuasan mereka, tanpa sadar bahwa mereka mempertaruhkan satu generasi. Yang selanjutnya terabaikan, tersia-siakan, mempertanggungjawabkan kesalahan orang tuanya?

"Masih mending mereka tidak diaborsi ketika masih dalam kandungan".. benarkah hidup sebagai "accidental babies" lebih baik daripada tidak dilahirkan sama sekali?

Sebandingkah kepuasan itu untuk dibayar dengan kehidupan sebuah generasi, yang akan menjalani kedewasaan sebagaimana kedewasaan orang-orang tua mereka?

Terlalu mahal.. terlalu mahal..

Ketika alasan religi tertolak dengan kilah "sok suci", ketika alasan kesehatan tertolak dengan kilah "kontrasepsi", saya harap alasan kemanusiaan tidak tertolak dengan kilah apapun.

Pesan Moral : watch your "cock" and "pussy" out! its pleasure only will never worth it to be payed by a loss generation

-----

Italic : Accidental babies by Damien Rice

Monday, May 12, 2008

Positive Energy Bank Theorema

Pada suatu hari menjelang siang, seseorang mengajak saya diskusi. Bukan, bukan tentang modern physics, quantum mechanic, potential well, atau postulatnya Mr. Schrodinger yang membawakan nobel untuk Universitas Vienna.

Topik kami waktu itu tidak kalah seriusnya, yaitu "Life after Death" (Kehidupan setelah Kematian, bahasa-pen)

Life after Death dalam diskusi kami dikaitkan dengan posisi tingkat energi yang dimiliki manusia. Intinya seperti ini, manusia, saya, anda, Rose Byrne, Evan Sanders, Eva Green, Ben Affleck, bisa saling berinteraksi satu sama lain, disebabkan karena kita berada dalam bandwidth tingkat energi yang sama. Komparasinya, jin gundul, gedibal nyi roro kidul, tuyul, gendruwo gondrong, wewe gombel, hantu kereta manggarai, hantu ambulance dll pada (umumnya) tidak bisa berinteraksi dengan manusia karena mereka berada di bandwidth energi yang berbeda.

Kematian, menurut kawan diskusi saya tersebut merupakan fenomena perpindahan tingkat energi, dari bandwidth energi manusia hidup, ke bandwidth energi alam barzah, ke bandwidth energi alam akhirat.

Terus apa itu surga dan neraka?

Saya jadi ingat, suatu penjelasan logis, bahwa energi itu kekal, tidak bisa diciptakan maupun dimusnahkan, hanya bisa berubah dari bentuk satu ke bentuk lainnya. Sedangkan yang merubah energi dari satu bentuk ke bentuk lain tersebut adalah event, dan salah satu event adalah perbuatan manusia. Maka dari itu, ayat tentang pencatatan amal baik dan amal buruk, tidaklah menjadi suatu hal yang absurd, karena tinggal dilihat dari hystorical data perubahan energi yang memang kekal tersebut.

Perbuatan yang baik, akan menambah positive energy bank kita, sedangkan perbuatan yang buruk akan menambah negative energy bank yang mengimbangi positive energy bank. Selisih energy bank tersebut merupakan nilai energi aktivasi kita yang akan melompatkan kita ke bandwidth energi selanjutnya. Semakin positif nilai energi aktivasi itu, semakin tinggi lah bandwidth energy yang akan kita tempati. dan semakin negatif nilai energi aktivasi itu, semakin rendah lah bandwidth energy yang akan kita tempati. Semakin tinggi bandwidth yang ditempati, maka semakin efeknya nikmat. Sebaliknya, semakin rendah bandwidth yang ditempati, efeknya semakin sengsara. Logis..

Then, apa sih yang bisa menaikkan positive energy bank kita? dalam hal ini Dzat pemilik energi tertinggi sudah menjelaskan didalam kitab-Nya, dan efektif terbukti, pelaksana tips n trick si pemilik quanta energi tertinggi itu akhirnya menjadi manusia-manusia yang berwibawa, disegani, dihormati tanpa dia meminta ke orang lain. Apa artinya? dengan wibawa yang dimilikinya, si pelaksana tersebut terbukti memiliki positive energy bank yang lebih tinggi dari orang kebanyakan. see? =)

So, what should we do? just increase your positive energy bank level!!

Caranya? amar ma'ruf nahi munkar, amilu sholihat, wattawa shoubil haq, wattawa shoubish shobr

wallahua'lamu bish showab

"Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi, dan bergantinya siang dan malam ada tanda-tanda bagi golongan Ulil Albab, yaitu golongan yang mengingat Allah ketika ia berdiri, duduk dan dalam keadaan diatas lambungnya (berbaring) kemudian mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (kemudian mereka berkata) Ya Allah, sesungguhnya tidak ada yang Kau ciptakan untuk kesia-siaan"

Bahkan hidayah pun bisa datang dari orang yang (nyaris) atheis, subhanallah.. =)